Bunga Palsu
5 March 2003 – 6:24 am · diperbarui: 18 Aug 2009Enam ramadhan empat tahun lalu
Kau persembahkan sekuntum bunga
berbungkus plastik terikat pita merah muda
Empat tahun lalu
Kau harap hadirku disisi
memeluk segala angan di hati
menadah tangan meminta-minta
mendesah lirih
menahan nafas
Jawabnya tergantung di langit biru
Menanti angin bertiup
menghapus.. Memburu awan mengumpul
Inginkan mentari meredup
Buangkan.. Sirnakan segala kesilauan
Kenapa..? Ternyata masih misteri
berkalut harapan
Angin timur bertiup
Mengusir awan putih mulai menghitam
Cahaya mentari meredup
Menangis sedih di tepi barat
Merah darah.. air matanya
Mengalir deras.. habis di kegelapan
Sebagaimana pula kau harapkan
Jawab itu tinggal jawab
bergantung rapi tak terbaca
Sungguh.. hati ku pun enggan meraba
Bunga itu.. terlalu cantik
Terlalu indah.. Mekar abadi
Tak kan layu.. tapi..
..Palsu
——————-
Cairo, 21 Desember 1998
* Sebenarnya aku lupa judul asli puisi ini.. ada bagian yang terpotong.. dan untung-untungnya tulisan puisinya masih utuh.. dan bisa aku tuliskan kembali disini.. ditulis pada bulan Ramadhan 1419 H. Ah sewaktu aku meninggalkan asrama Juni 1995, masih kuingat bunga itu kutitipkan kepada teman yang menggantikan dan masih tertancap disalah satu tiang dipan. Satu-satunya yang kudapat dari puisi-puisi “Periangatan Luka I”
Tags: bunga, kenangan, luka, palsu, sajak












