Masih Gelap
10 September 2004 – 5:53 pmDunia ini masih gelap. Dengan itu kegelaan demin kegelapan terus saja berdatangan. Kita hanya disodorkan satu dua kegelapan yang ada. Kegelapan-kegelapan lain masih tersisip dibalik kabut. Anggota Dewan akhir-akhir ini ramai menagih pesangon.. ratusan yang melakukan pemalsuan ijazah untuk mencari kedudukan.. belum lagi yang terlibat korupsi anggaran.. Ini baru sebagian contoh.. dan ini baru kegelapan yang ada di dewan perwakilan kita dan kita yang memilihnya.. begitu aneh dan dunia ini semakin penuh lelucon memuakkan.[@more@]
Kegelapan yang menimpa rakyat kecil apalagi.. hanya saja kegelapan yang ada pada mereka seringkali tak didengungkan atau memang sengaja agar tak kedengaran. Kegelapan yang secara fisiknya bersuara keras barulah didengarkan dan juga sebenarnya terpaksa didengarkan karena suaranya yang dahsyat.. Kegelapan bom yang baru saja menimpa orang-orang tak bersalah misalnya adalah salah satu kegelapan yang sekarang ada pada kita.
Sengaja saya gunakan kata tak bersalah karena memang begitu kenyataannya. Saya kira lebih baik daripada menggunakan kata tak berdosa karena manusia itu sendiri adalah tempat salah dan khilaf. Salah dan khilaf yang berarti dosa, itupun semuanya sudah menjadi urusan Tuhan dan tak ada satupun otoritas yang berhak atau mengaku-ngaku berhak untuk memformalkannya. Jika kita percayai manusia adalah tempat salah dan khilaf, maka seluruh manusia adalah tempat salah dan khilaf termasuk korban bom yang baru saja terjadi.
Mereka adalah korban tak bersalah dari sebuah kegelapan bom ganas yang biadab. Sebagai manusia tempat salah dan khilaf, Tak ada kesempatan sedetikpun buat mereka untuk bertobat dan meminta maaf. Siapa yang harus menanggungnya? Bahkan siapa yang membayarkan utang mereka jika punya utang? Pelaku bom rupanya memang sudah kehilangan nurani sehingga yang ada dalam benak mereka hanyalah kegelapan dan kebiadaban. Tentunya merekalah yang paling bertanggung jawab terhadap persoalan itu di depan Tuhan.
Ini hanyalah salah satu dari kegelapan-kegelapan yang ada pada kita. Masih dibutuhkan kesadaran mendalam dari semua pihak. Urusan surga dan neraka adalah urusan Tuhan. Kita di dunia hanya bertugas bagaimana sebaik-baiknya hidup bermartabat dan terhormat. Karena atas dasar itulah Tuhan sebut manusia sebagai khalifah di muka bumi dan diberinya bekal akal dan nurani.
Kegelapan juga baru terjadi padaku.. pada kami.. pas aku jaga warnet RAM komputer hilang..padahal hanya berjarak 3 meter di depanku.. begitu canggihnya nyolong.. tapi memang gelap dan kegelapan tanpa kesigapan, kita pun akan terus kecolongan. Semoga saja Kita semua selalu ingat terhadap berbagai kegelapan yang selalu siap menyelimuti kita dan selalu sigap menghadapi dan melakukan antisipasinya.










