Aman ngeBlog _mestinya_ ngeBlog Aman *** Peace is Worth Everything We Pay.

Dapatkan Cash Back 10% Dari Biaya Pendaftaran Bagi Pendaftar Yang Mengajak Satu Orang Lainnya Sebagai Peserta. Berlaku Kelipatannya.

Semalam Di USS Abraham Lincoln (2-Habis) Ada Rudal Sepanjang Enam Meter

31 January 2005 – 1:20 pm

REMANG petang mulai menerpa lautan. Kami berdiri sekitar dek untuk melihat heli-heli yang kembali ke kapal setelah seharian bertugas menjalankan misi kemanusiaan. Dari tempat kami berdiri itu terlihat jelas lampu-lampu yang mulai menyala dari Kota Sabang.
[@more@]
Selain pesawat-pesawat tempur F/A-18 Hornet, F/A-18E/F Super Hornet dan pesawat pengintai, di lambung USS Abraham Lincoln juga terdapat beberapa misil (rudal) udara ke darat yang panjangnya mencapai enam meter. Sejumlah awak pesawat terlihat membersihkan jet-jet canggih.

“Jika saja Amerika mau berniat jahat dan menjatuhkan rudal-rudal ke negara kita, pasti hancur semuanya,” ujar jurnalis dalam rombongan. Memang kehadiran kapal induk itu bukan untuk berperang, namun hanya sekadar membantu dalam misi kemanusiaan di Aceh.

Dalam lambung juga terdapat sebuah bangkai helikopter SH-60 Seahawk yang jatuh pada 10 Januari lalu. Tak terlihat awak yang memperbaiki heli tersebut. Baling-baling heli itu masih dibiarkan patah seperti ketika kecelakaan terjadi. Seperti dikabarkan sebelumnya, kesepuluh orang dalam pesawat itu selamat.

USS Abraham Lincoln memiliki panjang sekitar 350 meter dan lebarnya 100 meter. Di atas lorong-lorong yang lebarnya semeter bisa dilihat besi-besi bulat dan wayer yang tampaknya menghubungkan antara sebuah ruangan dan ruangan lain. Pintu-pintu besi tertutup rapat dan hanya petugas saja yang boleh masuk.

Jumlah anak tangga antara satu dan yang lain berbeda. Tangga-tangga yang menghubungkan antara tingkatan dalam kapal itu ada yang 12, 10 atau 13. Tangga-tangga besi jumlahnya ratusan. Kalau tidak hati-hati, kepala pasti terantuk.

Malam pun menjelang. Dinner sudah siap. Kami diajak ke ruang makan. Bau makanan sangat menyengat menggoda rasa lapar. Nasi khas Spanyol, biji jagung rebus, ayam goreng, dan roti menjadi santapan makan malam. Minumnya bebas. Ada air putih, jus dan juga kopi cappucino.

Bisa merokok setelah dinner? Tentu saja tidak. Sebab, untuk merokok harus pergi ke ruangan khusus di pinggir kapal. Lupakan waktu untuk merokok. Karena, agenda lain sudah menanti yaitu bertemu para pilot helikopter Seahawk dan para relawan yang bekerja tanpa pamrih.

Dua pilot –Patrick Sullivan dan Scott Cohick– melayani kami dalam ruangan khusus mereka. Keduanya mengaku, heli mereka terlalu kecil. Saat pertama menjalankan misinya, mereka berharap dapat membawa lebih banyak bantuan. “Saya berharap helikopter lebih besar sehingga bisa memuat lebih banyak bantuan,” kata Sullivan.

Setelah pertemuan itu, tidak ada agenda lagi. Waktu sudah menunjukkan 20:30 Wib. Hari itu sekitar pukul 21:00 Wib, kata pendamping kami, seluruh kekuatan kapal dimatikan. Dengan demikian, lampu-lampu mati. Kapalpun berhenti bergerak.

Ternyata kekuatan nuklir kapal baru dimatikan pada pukul 22:00 Wib, 30 menit. “Itu hal rutin kami lakukan, namun tidak terlalu sering,” kata seorang perwira penerangan. Beberapa orang dalam rombongan ini menyempatkan diri shalat Maghrib dan Isya, secara jamak.

Meski dalam gelap, kami masih berputar-putar sebab ada senter serta beberapa lampu penerang ukuran kecil di antara lorong-lorong kapal. Kami sempat menyaksikan beberapa awak kapal yang santai dan bermain kartu. “Ini waktu istirahat mereka,” jelas perwira yang mendampingi kami.

Malam makin larut. Tepat pukul 23:00 Wib, kami diinstruksikan tidur karena keesokan hari (Kamis, 27/1), harus cepat bangun yaitu sekitar pukul 05:15 Wib. Kami tidur di tempat bertingkat. Tidak bisa duduk di atas tempat tidur, karena tempatnya sangat sempit.

Sekitar 05:15 Wib, sang perwira pendamping membangunkan kami. Diberi waktu 15 menit untuk mandi atau Shalat Subuh. Sarapan pagi ternyata sudah disediakan. Kami menyantap roti dan kentang goreng. Secangkir kopi panas menghilangkan rasa kantuk. Lagi-lagi, tak ada waktu untuk merokok.

Dalam perjalanan menuju dek di suatu lorong terlihat sejumlah pilot heli dan relawan yang siap-siap berangkat melaksanakan misi di Aceh sedang dibriefing komandannya. Kami masih bertegur sapa, terutama dengan Cohick dan Sullivan –dua pilot yang bertemu kami.

Tepat pukul 08:00 Wib Kamis (27/1), satu heli Seahawk sudah menunggu kami untuk diterbangkan kembali ke Banda Aceh. Angin sangat kencang menerpa. Kesibukan terlihat di dek. Setiap orang sibuk dengan tugas dan kegiatan masing-masing. Tim teknisi terlihat mengutak-atik jet-jet tempur.

Ada juga sejumlah relawan yang mendorong air bersih guna dipasok ke Aceh. Air bersih itu berasal dari air laut yang sudah diproses, dan bisa langsung diminum. Tak perlu memasak. Beberapa helikopter sudah diisi air bersih dan bantuan lain segera terbang.

Posisi USS Abraham Lincoln saat itu berada di perairan dekat Krueng Raya. Satu persatu kami masuk ke dalam heli. Rasa ingin lebih lama, tapi harapan itu adalah sesuatu tak mungkin terwujud. Beberapa saat kemudian, heli tinggal landas. Selamat tinggal USS Abraham Lincoln. Semalam bersamamu tak mungkin terlupakan. JBP/nurdin hasan

Copyright © 2003 Banjarmasin Post

One Response to “Semalam Di USS Abraham Lincoln (2-Habis) Ada Rudal Sepanjang Enam Meter”

  1. 1
    fajar Says:

    fuihhhhhhhhhhhh kaget bener liat leotnya…ck ck ck ck suhu2 salutttt abissssssssss bro kalau ol di Irc aku ada perlu banget ada sesuatu…ntar deh kita ngobs…tulisan2mu tetep aku suka…ck ck ck salut2

Post a Comment


To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word


Personal Blogs

cool hit counter

Free PageRank Checker