Aman ngeBlog _mestinya_ ngeBlog Aman *** Peace is Worth Everything We Pay.

Indowebmaker Web Design

Bencana dan Bencana

27 June 2006 – 6:44 am

Bencana demi bencana silih berganti melanda negriku. Pulau demi pulau dan kawasan demi kawasan digilir satu persatu dari ujung Barat hingga ke Timur. Tsunami, gempa, badai, banjir bandang, longsor, dan lumpur gas bergantian menyambang. Namun demikian, hutan masih saja dihancurkan. Gunung-gunung sudah berapa banyak yang berubah menjadi jurang. Bahkan sebagian di antaranya beracun. Dan sudah ratusan ribu korban melayang. Kerugian demi kerugian sudah tak terhitung jumlahnya.

Di tengah pulau Jawa, Merapi setiap saat masih mengintai. Di Tanah Bumbu, banjir menghanyutkan. Di Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Palu, Poso, dan banyak kawasan lainnya sudah merasakannya. Bahkan sekarang juga sudah menimpa Balikpapan. Daerah yang sangat jarang kita dengar ada bencana longsor, kini sudah membuat banyak orang ketakutan.

Di kotaku, Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, sudah langganan banjir dan kabut tahunan. Beberapa kabupaten lain, baik Kal-Sel dan Kal-teng, juga mengalami nasib sama. Dan kita lagi-lagi menyebutnya gejala alam. Atau dari sudut lain, kita lebih senang menganggapnya cobaan dan muncul beribu anjuran untuk bersabar, tanpa ada tindak lanjut untuk mengatasi ancaman-ancaman alam.

Kesiapan kita hanya sebatas mengumpulkan sumbangan bantuan, dan kalau perlu dengan atribut-atribut partai agar dikatakan perduli. Sedang hutan kita setiap saat mengalami kerusakan oleh individu, oknum, dan sebutan-sebutan lainnya. Kadang-kadang sebagian kerusakan itu dilapisi berbagai macam alasan; pembukaan ladang, perkebunan, membuka kawasan terlantar, dan seterusnya.

Saya pribadi dengan mata kepala sendiri dapat melihat dengan jelas kerusakan-kerusakan itu. Punya kesempatan pulang kampung tahun 2002, hati saya perih melihat sisa-sisa pohon yang hanya sebesar paha dan itu pun jarang. Lebih banyak pohon-pohon yang besarnya hanya seperti pergelangan tangan. Kadang-kadang itupun harus rusak. Kalau tidak oleh truk atau alat berat, digilas oleh gelondongan.

Entah kemana pohon-pohon besar dahulu tempat saya bergelantungan, sudah tidak ada lagi . Satu pun. Tempat saya membuat rumahan berdinding duan-daun di cabang-cabangnya yang besar. Juga sudah tidak ada lagi pohon besar tempat persembunyian saya ketika suatu kali saya sakit dan ayah mengajak saya ke rumah sakit untuk berobat. Waktu itu besarnya kira-kira dua drum digabung dua. Bakah, ‘urat-urat kayu bergelantungan’, yang kokoh tempat saya menggelantung naik ke atas bak tarzan. Saya lari ke atas pohon besar itu dan bersembunyi di balik cabang-cabang dan daun-daun yang rindang. Saya takut suntik. Semua kawasan yang dahulu rindang sudah berubah gersang.

Dan kabarnya, kawasan gersang ini pun akan mengalami kerusakan lagi setelah ditemukan kandungan batubara kualitas nomor satu di dunia. Saat melewati jalan itu, memang bau emas hitam itu begitu menyengat. Kita bahkan bisa langsung melihatnya di ruas-ruas jalan yang tidak beraspal, tampak bongkahan-bongkahan hitam.

Saya sudah tidak tahu lagi apa yang bisa kita perbuat sekarang. Dan saya juga bingung apa sebenarnya yang ada di dalam benak para pejabat kita ini. Setiap kali ada barang tambang, ada ekploitasi. Apa yang bisa diandalkan dari Amdal? Sedang hutan menjadi gundul dan berubah seperti tanah lapang. Jika barang tambang itu di perut bumi, maka yang ada adalah jurang-jurang besar yang siap menanti kejatuhan kita, atau menunggu longsoran tanah.

Bencananya memang tidak akan kita rasakan seketika itu juga. Namun lihat nanti. Dan sekarang saja, satu demi satu datang menyapa kita. Siapa yang mendapatkan keuntungannya, Mr. Gubernur? Siapa yang menjadi korban, Mr. Bupati? Siapa di antara kita yang bisa tertawa menghadapi semua itu, Mr. Presiden? Ah, andai saja kalianlah yang tinggal di kawasan-kawasan itu.

Post a Comment


To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word


Personal Blogs

cool hit counter

Free PageRank Checker