GPRS Indosat Murah, Tapi….
29 November 2008 – 2:00 amHari ini tadi saya sedang bolak-balik ganti kartu SIM. Biasa nomor IM3 saya gunakan khusus untuk internet. Tiba-tiba, saya mendapatkan sms dari Indosat yang isinya iklan biaya GPRS murah. Tentu saja saya tertarik. Apa sih yang lebih membuat orang tertarik selain biaya murah dan tentunya bisa memberikan apa yang ia perlukan.
Saya langsung angkat kaki ke kios terdekat untuk membeli pulsa GPRS. Rp5000 ternyata bisa digunakan untuk 250 menit. Waktu yang cukup lama untuk berinternet ria.
Namun, apalah daya setelah saya sambungkan dengan laptop, 16 menit sudah berlalu tidak ada hasil yang saya peroleh kecuali halaman depan detik.com, sementara beberapa halaman lain belum juga muncul. Animasi ikon terus berputar-putar dari detik ke detik. Hebatnya lagi, beberapa domain, khususnya domain pribadi yang saya gunakan untuk blogging, tidak bisa diakses. Sial-sial!
Apes bener nasib jadi orang Indonesia! Apalagi, dahulu sudah terbiasa dengan akses cepat dengan biaya murah. Bayangkan, negara sekelas Mesir bisa memberikan itu kepada warganya. Negara lebih maju dari Indonesiakah? Tidak juga. Dalam banyak hal, Indonesia dan Mesir cukup seimbang. Namun dalam beberapa hal pokok, besar sekali perbedaannya.
Di Mesir, apa saja yang menjadi kebutuhan pokok atau kebutuhan pelengkap bagi masyarakat, kebijakan negaranya membuat semua itu mudah diakses dengan biaya murah, bahkan kadang gratis. Contohnya pendidikan, air, makanan pokok, dan listrik. Seiring kemajuan zaman, maka internet pun oleh negara dipandang sebagai kebutuhan semipokok atau pelengkap yang harus bisa dirasakan oleh warga.
Di Indonesia lain cerita. Sejauh pengamatan saya, justru sebaliknya. Apa saja kebutuhan pokok warga, maka itulah kesempatan bisnis besar untuk kemudian dibagi-bagi kavlingnya kepada stakeholders walaupun dengan menggunakan modal negara yang menjelma menjadi BUMN-BUMN, kemudian siap untuk dijual sahamnya dengan alasan-alasan yang dibuat rasional.
Maka, wajar jika Sir Edi Swasono, dalam sebuah pertemuan di seminar, menyatakan bahwa di Indonesia ini setidaknya ada enam UU yang merupakan pesanan asing. Jadi, para wakil kita di lembaga legislatif, dengan enam UU itu pada hakikatnya adalah wakil penjajahan di negrinya sendiri, melegalisasi penjarahan sehingga ada payung hukumnya. Toh, di negri ini, apa pun boleh dan bisa dilakukan asalkan ada payung hukumnya.
Dengan demikian, seandainya Anda memiliki rumah dan beberapa blok petakan yang disewakan, lalu DPR mengesahkan UU yang memayungi perampasan milik Anda itu, maka itu dinyatakan legal dan tidak melanggar hukum. Jangan katakan tidak mungkin! Buktinya jelas, enam UU itu jelas-jelas sudah terbukti adanya. Perompakan pun bisa menjadi legal di negri ini, tinggal tunggu mereka membuat payung hukumnya, toh.
Sekarang sudah menit ke-28 koneksi ini tersambung. Detik sepakbola belum juga terbuka. Apes benar hidup di negara ini! Sekali dapat murah, layanannya sangat amat luar biasa buruknya. Tak usahlah Anda mengeluh, namanya juga murah. Kalau mau cepat, ya beli paket yang broadband dong dengan biaya lebih mahal. Itulah jawaban yang sudah bisa dikira akan muncul ketika Anda mengeluhkan layanan.
Gila! Benar-benar gila. Koneksinya sangat buruk. Lebih buruk dari akses dial-up yang dahulu biasa saya gunakan di Mesir tahun 98-an. Ah! Sialan benar! Sudah menit ke-32 tidak ada juga yang halaman web yang terbuka. Buruk benar buruk!
Satu lagi yang bikin kesal dan mual. Pada menit ke-35, MS Outlook mengeluarkan laporannya: The operation timed out waiting for a response from POP server…
Huahaha… Indosat Gila.. Gila.. Gila..! Empat puluh menit sudah aku online, halaman sepakbola detik.com tidak juga terbuka. Akhirnya pada menit ke-43 saya putuskan saja akses Indosat gila ini. Sekarang sisa pulsa GPRS saya adalah 206.5 menit.
Dalam iklan sms, Indosat mengatakan bahwa biayanya Rp10/30 detik. Artinya Rp20/menit atau saya tanggung kerugian Rp870 tanpa mendapatkan halaman berita yang diinginkan, tanpa mendapatkan email, dan tanpa bisa mengirimkan artikel ke blog saya, termasuk artikel ini. Lebih dari itu, 43 menit waktu saya terbuang menunggu.
Jadi, tampaknya memang serba merugikan. Jika saja saya seorang pebisnis, bisa jadi 43 menit itu menghasilkan uang jutaan rupiah. Seandainya pun demikian, sudah pasti pula saya tidak menggunakan layanan akses yang murah tapi menjengkelkan seperti ini. Jauh-jauh saya memilih untuk menetap di sekitar Jakarta dengan alasan utama bisa mengakses internet, rupanya sama saja dengan di kampung halaman nan jauh di pedalaman Kalimantan sana.
Karena maksud yang hendak dicapai belum juga didapat, saya buka akses lagi. Tetap saja. Ini sudah menit ke-16 dan beberapa halaman sudah lumayan terbuka. Saya sudah bisa melihat hasil imbang AC Milan vs Torino, dan Del Pierro menjadi pemain terbaik selama Liga Champions berlangsung. Baru judul loh. Halaman aslinya belum juga terbuka. Cuma untuk ini saja, sudah banyak waktu dan biaya terbuang. Kapan kita bisa maju, ya!!!
Dan.. Setengah jam sudah berlalu. Beberapa halaman masih memutar-mutar ikon animasinya. Fasterfox pun dicoba untuk mengatasi Indosat yang gila dan sinting ini. Tapi, add-on ini tidak bisa diinstall di flock. Huhuhuhu!!! Biarlah, pokoknya aku tetap online sampai artikel ini berhasil dipublikasikan di blogku. Jadi, biar semua orang tahu betapa gilanya Indosat dan internet murah Indonesia.
Menit ke-38 koneksi yang kedua ini, halaman publikasi aplikasi Wordpress belum juga muncul. Baru title-nya, Create Post. Wow! Bagaimanakah jika 38 menit kemudian baru Publish, lalu ditambah 38 menit lagi untuk Create Post yang kedua, dan 38 menit lagi untuk Publish-nya? Jadi, 38 x 4 = 152 menit. Dengan uang Rp5000 bisa dapat 250 menit, artinya kita disuruh buang-buang uang segitu untuk menyia-nyiakan waktu 2,5 jam.
Marilah kita habiskan 250 menit itu untuk menyia-nyiakan waktu 4,16 jam, sementara orang-orang di Indosat sana tertawa terbahak-bahak, apalagi jika pengguna yang membeli ini mencapai seribu orang saja dari 250 juta penduduk Indonesia. Mereka sudah mendapatkan Rp5.000.000 dengan melihat kesialan-kesialan kita ini sambil terbahak-bahak. Bisa-bisa mati tertawa mereka tuh.
Gila Lu, ah!! Indosat gila!! Beginilah sumpah serapahnya mengisi waktu tunggu akses internet yang lama. Udah mau nangis aku karena betapa banyak waktuku terbuang demi publikasi tulisan ke blog. Mati sajalah, Kau, Indosat. Sialan. Kurang Ajar.
Cihuy!! Satu jam lebih sudah koneksi kedua ini aku belum berhasil juga mengirimkan tulisan ke blog. Pukul 12.54 pagi dini hari. Total koneksi berarti sudah 108 menit tanpa berhasil melakukan apa yang dimaksud. Indosat sialan! Indosat gila! Indosat kurang ajar! Indosat… apa lagi yah? Penipu kah? Bangsat kah? Tau ah!!!!!
Hiks.. Sudah dua jam aku online, halaman untuk publikasi tulisan belum juga muncul. Dari ponsel yang sudah lowbat hingga terisi 93% lewat USB, koneksi Indo[bang]sat ini masih juga tidak bisa menampilkannya. Lebih merugikan pasti adalah waktu. Bisa gemuk aku kalau waktu selama ini ternyata aku gunakan untuk makan. Woi!! Udah mau kulempar ponsel ini. Eh untung masih sadar. Masa mengorbankan dua juta karena Rp5000 buat Indosat sial. Sudahlah. Inilah keapesan nasibku menjadi bagian dari republik ini.
Jangan lupa! PULSA HANGUS JIKA PINDAH PAKET. Koneksi ketiga, sudah menit ke-7, data received-nya baru 264 bytes. Superhebat! Data Log dalam empat kali koneksi:
|
connection |
service provider |
roaming |
date/time |
duration |
bytes sent |
bytes received |
total |
|
indosat durasi |
indosat mentari |
0 |
11/28/08 10:43 pm |
43:19:00 |
605356 |
2611576 |
3216932 |
|
indosat durasi |
indosat mentari |
0 |
11/28/08 11:44 pm |
01:47:00 am |
10363 |
266 |
10629 |
|
indosat durasi |
indosat mentari |
0 |
11/28/08 11:49 pm |
01:28:53 am |
1711420 |
8684190 |
10395610 |
|
indosat durasi |
indosat mentari |
0 |
11/29/08 01:30 am |
08:16:00 am |
39048 |
264 |
39312 |
Tags: Indosat Gila!, Indosat Sialan!











handak koneksi nang nyaman kaya disinikah bang, amun handak nukar gin kabal LAN jutaan Km panjangnya. tinggal ana cucuk aja nah di Switch di rumah..wakakakak
pake smart aja bang.. mayan gasan browsing
yang sabar aja aja kali ….
sabar itu kekasih tuhan
noh gw baru beli nomor cantik tapi gprs nya tengah malem kemaren konek pas skarang ga bisa…
ngeh* banget dah indosat im3 graaawwwllll….!!!~~~
bingung dah, paling gw tar bli axis / 3 buat ye em an di 3650 gw…. cape banget mikirinnya…. tapi klo ga di pikirin pusing dah beli 30rb buat nomor + pulsa goceng…
hehe.. kocak juga yah..
klo aku jadi kamu.. daripada sebel gituh..
mending nulis di buku..
kenapa coba?? karena seneng aja liat tulisan aku yang bagus..
wakaka..narsis gila nih..
hm.. tapi emank murah ah make m3, gw beli voucher yang 5rb bisa internetan 3jeman.. mantab banget.. akowaowkoawk
Hehehe… saya sekarang ini justru tidak menggunakan pulsa khusus internet, tapi loginnya pake yang durasi. Anteng-anteng aja tuh. Udah daring beberapa puluh jam neh, sampai sempat mati sekali Laptop ini karena kelamaan hidup. Indosat kadang-kadang emang baik kok. Penyakit internet sih umum semua PJI lah kalau di Indonesia, tidak hanya Indosat.
yupp.. aq juga pake yang durasi.. murah ya mas?? hehe.. iya itu aq setuju sama mas yang di atas.. menurut aq si m3 cepet.. ^^ indosat de emang hebat.. hihihi..