Aman ngeBlog _mestinya_ ngeBlog Aman *** Peace is Worth Everything We Pay.

Indowebmaker Web Design

Oh My God, How Hurt My Heart Today!

18 July 2009 – 5:14 pm

Yesterday I wrote my tagline about peace, but today the brutal bomb that blasts Jakarta puts Indonesia onto new tragedy and really sadden me. See my tagline here and see my new tags in DandyID.org. Tagline ini saya tulis kemarin ketika mendaftar ke jaringan sosial ini. Jujur memang dalam seminggu terakhir ada suatu perasaan yang mencemaskan. Sehabis makan malam, pulang dari warteg, saya sering menatap langit untuk memastikan ada apakah gerangan. Bencana adalah kata kuncinya.

Tadi malam, saya membaca harian Berita Kota dan setelah membaca sebuah sms di Kapling Tematik ‘Kapling Rakyat’ bahwa ada kebakaran di Kedoya, saya pikir barangkali itu isyaratnya. Namun, sepulang ke rumah perasaan aneh itu bahkan semakin menjadi.

Tadi malam, saya membaca harian Berita Kota dan setelah membaca sebuah sms di Kapling Tematik bahwa ada kebakaran di Kedoya, saya pikir barangkali itu isyaratnya. Namun, sepulang ke rumah perasaan aneh itu bahkan semakin menjadi.

Anda bisa membayangkan, sejak Minggu malam saya tidak tidur [-ketika menuliskan tentang Google Chrome OS-] hingga tiga hari ke depan. Hari Rabu tidur sebentar dan sore menjelang Ashar saya sudah terbangun kembali. Kamis siang tidur sebentar tengah hari dan tidak bisa tidur lagi sampai waktu menuliskan ini.

Setelah saya merasakan masih ada saja perasaan aneh tersebut. Koran itu sendiri milik Abang pemilik warteg dan saya bawa ke rumah karena tidak sempat membaca berita lainnya. Tetapi, hanya sebentar saya bolak-balik. Fokus pikiran saya terus saja ke Kapling Tematik. Jika kebakaran Kedoya itu yang dimaksudkan, seharusnya tidak ada lagi perasaan yang begitu berat ini.

Saya tuliskan di blog ini karena sejak tadi pagi Aman Personal Website tidak bisa diakses dan sampai sekarang. Alasan kedua, gerakan reflek saja kenapa blog sosial ini yang terbuka dan uniknya saya langsung menemukan di mana tag yang saya buat kemarin. Ternyata di sini dan saya tidak mencari ke sejumlah blog saya yang lain. Ada sesuatu?

Tengah malam menjelang pagi, saya memutakhirkan profil saya di DandyID.org dan entah karena perasaan aneh itu semakin berat saya lalu membuat tag-tag yang bernadakan perdamaian dan kedamaian. Silahkan lihat profil dan tag saya di DandyID.org lalu Anda bisa membedakannya dengan beberapa profil saya di blog-blog sosial yang lain, tercantum di DandyID.

Puncaknya tadi pagi sehabis subuh, teman menelpon saya dan menanyakan kapan bisa bertemu karena janji ke Tangerang hari Senin lalu saya batalkan. Dia mengharapkan bisa pada hari ini saya ke sana.

Namun saya lagi-lagi membatalkan. Memang ada alasan kecil yang sudah berlangsung sejak lima hari lalu. Jari manis kaki kiri saya keseleo karena salah jatuh sewaktu loncat memukul cecak. Jujur saja, alasan ini bisa dikesampingkan karena jika dipaksakan pun saya sudah bisa menggunakan sepatu. Saya tambahkan alasan bahwa ke Tangerang itu kan jauh. Dia mengerti dan menerima alasan. Padahal, ada alasan yang lebih berat, tetapi tidak bisa saya terjemahkan. Perasaan berat saja.

Rupanya ada bom meledak di Jakarta. Sebuah tragedi yang sangat menyedihkan. Bom pertama terjadi pada pukul 07.53 disusul bom kedua setelah asap bom pertama membumbung ke udara pukul 07.56. Lokasi adalah JW Marriott & Ritz Carlton, Kuningan. Bom kedua terjadi sekitar pukul 10.35 di Muara Anke. Korban sementara ini berdasarkan data yang disebutkan oleh Direktur Crisis Center Depkes, Rustam Pakaya, berjumlah 55 orang dan 9 orang di antaranya korban tewas.

Apakah saya mempunyai indera keenam? Saya tidak pernah meyakini itu. Sejak dahulu saya selalu abaikan karena saya seorang yang rasional, mendahulukan apa yang fakta dan nyata secara rasio. Meskipun hal-hal seperti sudah seringkali terjadi, saya tidak pernah menjadikannya sebagai sebuah patokan. Selalu saja saya ceritakan karena benar-benar ada kejadiannya.

Saya tidak akan pernah bisa, dan tidak akan mau, menjadi seperti Mama Lorenz atau menjadi paranormal. Hanya membuat orang lain menduga-duga sesuatu tanpa alasan yang rasional. Saya bukan seorang dukun. Sekarang akan saya beritahukan kepada Anda bahwa perasaraan semacam itu atau katakanlah firasat tidak menunjukkan kepada objek secara persis. Maka, tidak akan bisa dipastikan apa dan di mana. Semakin kuat arah perasaan itu, mungkin kita bisa mengira lokasi. Namun tetap saja sulit dipastikan apa persisnya. (Orang-orang tertentu mungkin saja bisa menerjemahkan objek dan lokasinya).

Termasuk yang arahnya kuat saya alami ketika kejadian angin kencang dan puting beliung di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. Seingat saya waktu itu, kejadian ini juga menimpa Departemen Keuangan. Beberapa jam sebelum kejadian, saya lama berada di depan rumah dan berulang-ulang. Lama saya menatap ke arah sana seakan-akan ada sesuatu. Barangkali orang yang lewat akan aneh melihat kelakukan saya waktu itu. Terakhir saya menatap lagi dan lebih lama beberapa menit sebelum awan menghitam dan saya melihat agak lama seperti mencari-cari sesuatu: ada apakah gerangan.

Insiden ini sudah pasti merusak citra bangsa Indonesia yang mayoritas beragama Islam. MU sudah secara resmi membatalkan kedatangan mereka ke Indonesia. Apalagi, salah satu hotel yang menjadi sasaran bom merupakan tempat di mana 96 orang rombongan MU menginap nantinya. Mudah-mudahan saja pihak berwenang bisa segera mengungkap aktor dan pelakunya. Saya menyampaikan perasaan sedih dan terluka, serta mengucapkan belasungkawa kepada para korban.

“Dan di antara manusia itu ada yang menyatakan: ‘Kami beriman kepada Allah dan Hari Akhir’, sedangkan mereka tidaklah benar-benar beriman. Mereka (coba-coba) menipu Allah dan orang-orang yang beriman. Tidaklah mereka itu kecuali menipu diri mereka sendiri, sementara mereka tidak menyadarinya. Di dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah perbesar penyakit itu bagi mereka dan azab yang pedih atas apa yang mereka perdustakan. Jika dikatakan kepada mereka, ‘Jangan berbuat kerusakan di muka bumi,’ mereka menjawab, ‘Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang melakukan kebaikan dan perbaikan.’ Ingat! Sesungguhnya mereka itu benar-benar perusak, tetapi mereka tidak menyadarinya.” (QS Al-Baqarah: 8-12)

Oh Ya Allah, tunjukkanlah kami jalan yang lurus dan benar-benar menjalani jalan yang lurus itu. Hindarkanlah diri kami dari segala bencana dan cobaan. Lindungi kami dengan rahmat-Mu yang sangat luas. Ya Allah, terima kami di dunia dan di akhirat. Amin

update:

Saya menyayangkan pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudoyono yang terlalu berlebihan dalam kaitannya dengan pemilu. Kita menyadai kewaspadaan harus tetap nomor satu. Pernyataan beliau terlalu tendensius dan sangat mengarah meskipun tidak menunjuk langsung. Padahal, menurut saya tidak semestinya begitu, cukup mengarahkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan tanpa harus terganggu aktivitas, menjaga kondisi agar semakin kondusif. Kalaupun menyinggung pemilu, ambil bagian yang paling umumnya, bukan mengarahkan pernyataan pada yang jelas tapi seolah-olah tidak jelas. Itu akan semakin menambah ribut saja nantinya. Entahlah, Pak.

update:
Eh sehabis menuliskan pemutakhiran informasi dan tanggapan atas pernyataan Pak SBY di atas, saya langsung ke kamar mandi untuk wudhu shalat Ashar. Koran Berita Kota yang saya ceritakan di atas masih berhampar di atas lantai di belakang saya, dan ternyata masih halaman Kapling Tematik itu. Biasa aja lagi! :P ~

Update:
Selain itu, ada dua hal yang juga sama-sama bisa saya anggap sebagai firasat. Baru teringat tadi malam pas sedang ke Warsun Si Abang langganan. Seminggu lalu beberapa kali hati saya menyebutkan bakal ada bencana, bahkan terasa berteriak. Tiga kali ingin saya tuliskan di status Facebook, tetapi selalu gagal. Ada saja faktornya: sekali koneksi macet. Itu pas waktu menuliskan Kesal.. Kesal.. Kesal.. Indosat Gratis Saja!, kedua dan ketiga lupa ketika sudah sampai rumah. Kedua, tepat pada malam kejadian saya agak emosi ‘ngomel’ sendiri yang bahasanya begini: “Ah MU tidak jadi datang, baru tahu kalian.” Itu terjadi ketika mendengarkan berita tiket naik hingga berapa kali lipat dari RRI 3 dan tepat pada saat Pak Agum Gumelar menyampaikan pernyataannya mengenai hal itu.

Kata kawan saya, “Loe berbakat. Kalau diasah, mungkin akan lebih tajam.”
“Berbakat jadi dukun, hahaha.”

catatan:
Menyedihkan sekali server website saya masih down sejak pagi tadi. Apa ada kaitannya dengan peristiwa ini? Untung saja ada beberapa blog lain sebagai alternatifnya. Tulisan di blog ini aslinya saya tuliskan di camkueh.ning.com

Tragedi Jakarta, 17 Juli 2009

* Total injured till now: 55 peoples and at least nine of them were killed.
* This post originally written on camkueh.ning.com while this website server down yesterday.

Tags: , , , , , , ,

Post a Comment


To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word


Personal Blogs

cool hit counter

Free PageRank Checker