Seandainya Menggunakan Indosat Berbayar
8 October 2009 – 7:01 am · diperbarui: 13 Oct 2009
Kali ini sudah lebih satu jam saya daring menggunakan Opsel Indosat. Tertera pada status koneksi sudah 4 MB lebih data transfer. Namun, belum ada satu pun apa yang saya ingin buka berhasil. Aneh, bukan? Bisa kita hitung berapa kerugian seandainya saja saya menggunakan jasa Indosat secara berbayar. Rugi besar! Sementara itu, batrei laptop sisa 38%, dan batrei ponsel sendiri sudah diambang kehabisan. Pada kondisi seperti ini, saya tidak tahu lagi harus berbuat apa. Mungkin hanya sumpah serapahlah yang keluar dari mulut saya sambil garuk-garuk kepala.
Sebagaimana sudah sering saya kemukakan, di negara kita ini pasti akan ada Untung karena masih banyak Slamet. Saya pun berusaha menenangkan diri dan bersabar dengan melihat Untung ini. Kenapa saya masih punya Untung? Karena saya menggunakan Indosat dalam melakukan sambungan internet dan itu bisa saya lakukan tanpa diketahui oleh pihak Indosat, alias saya menggunakan koneksi gratis. Terpaksa, ya terpaksa, karena sudah beberapa kali menggunakan koneksi yang berbayar, hasilnya tidak jauh dari apa yang saya dapatkan hari ini. Berjam-jam kita daring tanpa mendapatkan apa-apa, justru uang kita saja yang amblas.
Mungkin kalau mau berhitung, satu juta pun pulsa yang kita gunakan untuk koneksi ke Internet akan habis begitu saja tanpa kita sadari kemana saja penggunaannya. Kita hanya tahu bahwa kita menggunakannya untuk internet dan hasilnya nothing. Sekali lagi, untungnya saya bisa bersabar karena ada yang bisa membantu saya untuk bersabar, yaitu koneksi gratis. Hahahha.
Meskipun demikian, kali ini laptop dan ponsel saya yang tidak bisa bersabar. Batreinya tidak bisa bertahan lebih dari 5 jam. Batrei ponsel juga demikian apabila digunakan untuk keperluan daring ditambah daya yang dipakai oleh koneksi bluetooth. Kalau demikian adanya, apa lagi yang bisa dilakukan? Sementara llistrik tidak ada. Bupati sudah tidak mau membeli genset buat PLN yang terus bermanja, padahal katanya perusahaan negara. Rakyat yang menggunakan listrik dari PLN pun tidak gratis, bahkan mebayar mahal. Nasib.. nasib..!!
Kalau penyediaan jasa internet seharusnya dibebaskan saja; kalau PLN dibubarkan saja karena hanya menjadi beban daripada memenuhi kepentingan masyarakat, padahal modal juga dari negara yang notabene uang rakyat, pegawainya digaji, belum termasuk pendirian yayasan dan koperasi untuk pentingan internal dengan modal uang rakyat, saya memang lebih setuju demikian. Masyarakat lebih mampu melakukan banyak hal secara swadaya daripada mengandalkan jasa-jasa perusahaan yang manja dan tidak karuan ini. Sekalipun tidak akan bisa maju seketika dalam hal internet dan kelistrikan, minimal tidak menjadi beban negara yang sudah pasti juga menjadi beban rakyat.
Sudahlah, pesan tiket masih belum juga berhasil nih. Batrei laptop sudah bersisa 29% lagi.
Tags: gratis, Indosat, koneksi, listrik, PLN










