Akar Pasak Bumi: Ramuan Untuk Menjaga Kesehatan
17 October 2009 – 4:14 pm · diperbarui: 11 Nov 2009Hari ini saya menerima pesan singkat dari ayah yang mengabarkan tentang herbal untuk kanker payudara dan diabetes. Ayah sendiri bukanlah ahli dengan makna yang sebenarnya dalam masalah herbal; demikian juga mama. Hanya, mereka sering berkutat dengan dunia ini dalam bentuk pengenalan langsung dan pengalaman. Kadang-kadang, ketika mendengar pembicaraan mereka tentang ramuan, terkesan seolah-olah selama ini mereka melakukan semua itu berdasarkan bisikan naluri belaka. Selain pembicaraan tentang ramuan herbal, saya sendiri mengalami secara langsung bagaimana ayah, juga ibu, pernah sakit dan mereka mengobatinya dengan cara seperti itu. Alhamdulillah, selalu sembuh. Tentu dengan izin dan kuasa Allah Swt. Yang Mahamenentukan.
Memang boleh saja disebut intuisi, tetapi bukan berasal dari sesuatu yang tidak berdasar. Mereka adalah orang yang puluhan tahun hidup di pedalaman Kalimantan; sarat dengan pengenalan dan pengalamannya. Saya sendiri selagi kecil sering diajak ayah keluar masuk hutan. Sayangnya, selama itu pula tidak pernah ayah memperkenalkan jenis-jenis kayu dan akar dengan segala manfaatnya kepada saya. Pengobatan berdasarkan kepada panggilan perasaan ini memang tidak menjadi masalah selama itu untuk keperluan pribadi dan keluarga. Namun, karena alasan itu pula saya sendiri merasa sulit untuk memberikannya kepada orang lain kecuali (1) beberapa ramuan yang sudah sangat umum dan dikenal secara luas; (2) sifatnya terapi, bukan dalam bentuk penyembuhan; atau (3) benar-benar tanpa efek samping dan tanpa pantangan.
Pengalaman paling menarik pernah dipraktikkan oleh mama ketika menderita mag, yaitu mengonsumsi ramuan yang kami sebut Sankareho. Saya lupa nama, bahkan penulisan nama jenis tumbuhan ini. Kini, tanaman ini sangat sulit dicari, tetapi mama sudah memindahkan tanaman tersebut dari samping rumah yang berada di dalam kota Muara Teweh, ke kawasan kebun kami yang berada di Rapen Raya, sekaligus memperbanyaknya. Tanaman ini pula yang dibawa ayah ke UT sewaktu wisuda.
Pesan singkat ayah di atas tentu saja berkaitan dengan pertanyaan saya tentang obat kanker payudara karena ada seorang kawan yang menanyakan hal itu kepada saya. Hari Senin rencananya ramuan tersebut sudah akan dikirimkan kepada yang bersangkutan. Sayang sekali, ayah tidak menyebut nama ramuan kayu tersebut dan hanya menyebutkan bahwa di pedalaman Kalimantan sendiri sudah sangat sulit dicari. Karena itu, ayah juga memberi informasi biaya ganti ongkos kirim atau mungkin juga ditambah biaya upah orang yang mencarikannya.
Jadi, sementara ini saya menuliskan ramuan akar Pasak Bumi yang saya ketahui. Kebetulan akar inilah ‘sangu’ yang diberikan ayah ketika saya berangkat ke Jakarta beberapa tahun yang lalu. Tahun ini mungkin saya tidak membawa, karena persediaan masih banyak. Akar Pasak Bumi ini ayah cabut sendiri dari tanah kami yang masih berupa hutan rimba. Sewaktu melihat-lihat tanah ini, saya sangat berharap kepada ayah untuk membiarkan pohon-pohon besar yang ada. Ayah ingin membersihkannya karena ingin menanaminya karet. Kalaupun ingin ditebang dan dibersihkan, saya meminta agar tidak semuanya. Sayang sekali banyak tumbuhan ramuan yang dimatikan.
Salah satu hal yang seringkali membuat saya heran adalah kesan kawan-kawan tentang tanaman ini yang lebih dilekatkan kepada peningkatan syahwat. Saya akui memang itu ada benarnya. Namun, saya tahu akar Pasak Bumi bukanlah semata-mata untuk itu. Jenisnya pun beragam. Suatu kali saya iseng bertanya kepada ayah tentang peningkatan kemampuan seksual ini. Ayah menjawab bahwa masih ada ramuan tambahan lagi untuk keperluan ini, yaitu dikenal dengan Saluang Belum. Jadi, kalau memang ingin meningkatkan syahwat, gabungan dua ramuan inilah kuncinya, hahahaha.
Akar Pasak Bumi sebenarnya berfungsi untuk meningkatkan vitalitas secara umum, yang mungkin saja berpengaruh positif terhadap vitalitas dalam hubungan seksual. Oleh karena itu, Pasak Bumi baik dikonsumsi tanpa harus menunggu sakit lebih dahulu. Selain fungsi umum itu, juga untuk pencegahan. Efektif untuk menambah daya tahan tubuh terhadap demam berdarah, malaria, kelelahan, pusing-pusing, darah tinggi, dan diabetes.
Selain itu, Pasak Bumi juga bisa digunakan untuk pengobatan penyakit-penyakit seperti darah tinggi, diabetes, maag, demam berdarah, dan stres. Namun, untuk hal ini ada beberapa teknik atau resep tertentu, dan ada ramuan tambahan. Untuk Diabetes, misalnya, sebelum Pasak Bumi, sebaiknya mengonsumsi ramuan kulit kayu Kenanga. Harap dicatat bahwa Kenanga yang saya maksud belum tentu sama dengan Kenanga yang kita kenal secara umum. Fungsi ramuan Kenanga ini adalah membuang racun gula, kata ayah. Di tempat saya, Muara Teweh, Kenanga ini juga sering digunakan oleh mereka yang mengalami stroke. Tapi saya tidak tahu bagaimana caranya. Mungkin saya bertanya kepada ayah dulu. Soalnya, saya sering mendengar orang berpesan kepada ayah untuk mencarikan Kenanga ini, dalam kaitannya dengan penyembuhan stroke. Kebetulan di tanah kebun kami masih banyak tumbuh.
Untuk penderita darah tinggi, minum Pasak Bumi dilakukan pada pagi hari sebelum perut terisi oleh apa-apa. Panjang akar yang direndam adalah setengah jari dan airnya setengah gelas. Harap ingat, ini bukan resep kedokteran, dan Pasak Bumi yang saya maksud masih asli yang benar-benar dicabut langsung. Karena ramuan ini sudah umum, barangkali sekarang sudah banyak ekstraknya atau olahan lain. Jadi, belum tentu resep ini berlaku sama. Selain itu, jenis Pasak Buminya pun bisa berbeda, karena menurut ayah, Pasak Bumi ini hanya tumbuh di kawasan Barito Utara, atau di tambah Murung Raya (Kabupaten baru hasil pemekaran).
Karena saking umumnya Pasak Bumi, hak patennya pun sudah dipegang oleh warga Amerika sebagaimana berita Antara tentang Paten Pasak Bumi. Saya sendiri sangat prihatin. Kita sebenarnya serba salah. Kalau mau rebutan soal paten, larang saja penelitian orang-orang asing itu. Namun, pada sisi lain, kita juga ingin ramuan-ramuan itu bisa dimanfaatkan secara luas, baik dari sisi penggunaannya maupun kegunaannya. Sekarang ini, misalnya, sedang diteliti tumbuhan hutan untuk penyembuhan AIDS. Namanya Mengkudu. Hey, jangan pikir Mengkudu yang sudah Anda ketahui itu. Ini Mengkudu yang sering saya tebang-tebang di kebun, hahaha.
Saran saya kepada Pemerintah kita, sebaiknya larang saja penelitian-penelitian dari luar yang dibiayai oleh perusahaan-perusahaan besar itu. Kita sudah sejak lama menggunakan herbal-herbal ini untuk terapi dan penyembuhan, tanpa penelitian mereka. Seenaknya saja mematenkan. Apalagi, peneliti-peneliti dari Indonesia sekarang ini sudah cukup banyak dan maju. Mereka hanya butuh dana, fasilitas, dan dukungan.
Apa yang sudah saya utarakan di atas itu adalah bagaimana kami biasa menggunakan ramuan herbal ini untuk banyak keperluan. Yakni, berdasarkan kepada pengalaman, pengenalan, naluri, dan tradisi secara turun-temurun. Di bawah ini beberapa tautan yang berkenaan dengan penelitian terhadap Pasak Bumi. Juga, tentang nama lainnya, seperti Tongkat Ali. Setahu saya, di antara nama-nama itu memang ada perbedaan, tetapi berada dalam satu rumpun jenis tumbuhan. Mudah-mudahan tidak lama lagi kita bisa membaca hasil penelitian terhadap jenis-jenis Pasak Bumi ini. Buktinya, akar Pasak Bumi juga ada yang dibuat cawan atau gelas. Jenis yang tumbuh di tempat saya tidak akan sebesar itu sehingga bisa dibuat cawan.
Pranala Luar
- (ms) http://www.geocities.com/hsaleh65/herba/tongkatAli.html
- (en) http://www.tongkatali.org
- (ms) http://sihat.wanita.us/tongkatali.php
- (en) http://www.globinmed.com/IMRContent/default.aspx
- Pengaruh Ekstrak Etanol Akar Pasak Bumi (Eurycoma longifolia jack) pada Organ Reproduksi….
- Akar Pasak Bumi Cegah Kerusakan Hati
- Pasak Bumi atau Eurycoma_longifolia
- Obat Kuat (maksudnya vitalitas, bukan semata seksual. Penulis ini salah paham, mungkin. Tetapi, saya maklum, karena dia berjualan untuk keperluan itu).
Sekadar informasi
Ada beberapa bahan yang bersifat umum untuk terapi dan kesehatan yang saya andalkan, yaitu: air putih, madu, Pasak Bumi, dan Jintan Hitam (habbah Sauda). Semuanya berdasarkan pengetahuan dan pengalaman (termasuk pengalaman para orang tua dan nenek moyang). Silahkan tanya kepada para dokter tentang empat bahan ini. Untuk madu, selain disebutkan oleh Al-Qur`an, saya juga sudah mempelajarinya. Ada sebuah buku berbahasa Arab yang mengulasnya secara mendalam dan mendetail. Entah terjemahannya apa sudah diterbitkan. Naskahnya masih ada pada saya walaupun yang dalam bentuk terjemahan hanya sebagian saja.
Oh ya, saya lupa. Untuk penggunaan umum, Pasak Bumi baik dikonsumsi pagi dan sore; direndam malam hari dan diminum pada pagi hari, kemudian rendam lagi untuk diminum pada sore hari. Untuk rendaman pertama sebaiknya menggunakan air panas dan setiap seminggu dikeringkan atau dijemur dahulu sebelum direndam kembali. Menggunakan air panas pertama kali itu sekadar penyeterilan. Kalau ingin merendamnya dengan air panas setiap kali, itu juga tidak masalah. Dikeringkan atau dijemur setiap seminggu sekali, itu agar jangan berbau lumut.
Tags: Hak Paten, Pasak Bumi, seksual, suplemen, terapi, Tongkat Ali, vitalitas



wah.. meski saya org indonesia, tapi baru kali ini tau yang namanya pasak bumi >_<
Thanks ya buat infonya