Aman ngeBlog _mestinya_ ngeBlog Aman *** Peace is Worth Everything We Pay.

Archive for the ‘Cerpen’ Category

Lom Selesai

Monday, 26 March 2007 | 612 views

“Anjing! Benar-benar anjing! Tidak ada yang lebih buruk lagi daripada anjing. Inilah kiasan yang pantas kita sebut bagi para preman Senayan itu. Kurang ajar sekali! Sudah kemarin dimanjakan dengan berbagai tunjangan, sekarang seenak perutnya minta laptop. Kenapa tidak tukul saja sekalian yang menjadi anggota dewan?! Ha! Gimana menurutmu? Kenapa diam saja. Ayo kita besok ke Senayan. Kita berdua aja yang demo.”
Baca selengkapnya »

Tags: , , ,

Selamat Datang di Negri Fir'aun, Tuan-Tuan!

Sunday, 18 December 2005 | 1,710 views

Sebuah bangungan menterang, Istana para pembesar kerajaan yang penuh dengan perabotan dan hiasan-hiasan, dilapisi permadani tebal. Di ujung permadani terletak sebuah kursi besar tempat Jahoti duduk dengan gagah, dikelilingi dayang-dayang. Di belakangnya salah seorang dayang duduk sambil menggerak-gerakkan kipas besar, sedangkan di depannya Auni berdiri penuh hormat. Para pelayan lalu-lalang mengantarkan jamuan. Di sebelah depan berderet kursi saling berhadapan di sisi permadani. Para punggawa dan pembesar kerajaan duduk dengan sopan. Beberapa orang masih tampak berdiri menunggu titah raja. “Duduk!” perintah Jahoti. Perlahan-lahan Auni beringsut lalu duduk di kursi paling depan. Para pembesar dengan hati-hati melangkah mundur dan kemudian duduk di kursi yang sudah disediakan.
Baca selengkapnya »

Tags: , , ,

Catatan Perjalanan

Tuesday, 20 September 2005 | 1,258 views

Tengah hari ini sangat panas. Terik sinar matahari betul-betul terasa menyengat. Aku terjebak dalam dalam Tram Listrik yang penuh sesak. Badanku tersisih ke pojok, dan sedikit lagi terjatuh seandainya tidak ada tiang. Namun aku tetap bertahan mengiringi goyangan Tram yang seperti begitu malas bergerak. Bajuku basah penuh keringat. Kerongkonganku terasa kering. Aku haus. Di depanku duduk seorang perempuan setengah baya. Di sampingnya lagi seorang wanita sambil menggendong anak kecil. Aku taksir umurnya tidak lebih dari dua tahun. Hanya tiga sosok itu yang jelas dalam penglihatanku. Semua orang terdiam dalam suasana dan tenggelam dalam pikiran masing-masing. Kecuali panas yang sesekali membuat sebagian mengeluh.
Baca selengkapnya »

Galau

Monday, 21 February 2005 | 1,452 views

Tak pernah terbayang kalau kegalauan ini selalu saja muncul. Penetrasi kebisingan dunia yang tiada henti menginjak-injak setiap sendi tulang dan membuat relung hati hancur berantakan. Terkadang aku menganggap semua ini adalah hal yang biasa. Keanehan-keanehan yang memang tugasnya menghiasi setiap jengkal langkah kehidupan. Ambisi, salah kaprah, sentimen, dendam, kesewenang-wenangan, zhalim, adalah bahasa sederhana ungkapan hidup yang mewakili manusia.
Baca selengkapnya »


Personal Blogs

cool hit counter

Free PageRank Checker