PENELITIAN BUDAYA DAYAK atau PENINDASAN BUDAYA DAYAK? (Tanggapan Atas Buku Terbitan LIPI)
Wednesday, 2 March 2005 | 6,497 viewsOleh: Marko Mahin*
“Kami menghormati adat, budaya dan keyakinan yang mungkin berbeda dengan Dayak. Kami berharap pula penghargaan serupa bisa kami dapatkan. Tentu saja kami senang jika setiap suku bangsa di Indonesia ini mencintai leluhurnya masing-masing.”
(Nila Riwut, Harian Suara Pembaruan tanggal 31 Januari 2005).
I. PENDAHULUAN
Pada tanggal 18 Desember 2004, ketika sedang sibuk-sibuknya menangani acara Art’ Suku Kencan Budaya Nusantara di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, dari petugas resepsionis hotel Alia tempat saya menginap saya tas plastik yang katanya dititipkan untuk saya. Tas plastik, yang berisi beberapa buku tentang Dayak dan Kalimantan, itu berasal dari Akiko Morisitha mahasiswa S3 Kyoto University-Jepang yang sedang melakukan penelitian di Kalimantan. Semua buku itu terbitan Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan-Lembaga Penelitian Indonesia (PMB-LIPI).
Baca selengkapnya »
Tags: Adat, Antropologi, Basir, Borneo, Dayak, Dayak Ngaju, Etnografi, Etnologi, Kaharingan, LIPI, Tiwah











