Aman ngeBlog _mestinya_ ngeBlog Aman *** Peace is Worth Everything We Pay.

Dapatkan Cash Back 10% Dari Biaya Pendaftaran Bagi Pendaftar Yang Mengajak Satu Orang Lainnya Sebagai Peserta. Berlaku Kelipatannya.

Archive for the ‘Tatapan’ Category

Kendali Diri di Pertaruhan Semesta

Thursday, 11 March 2010 | 48 views

Akhir-akhir ini aku sedang berjuang keras mengalahkan perasaanku. Misteri demi misteri silih datang dan tidak ada yang mampu terjawab kecuali satu bahwa aku harus menghentikannya sesegera mungkin agar tidak semakin bertumpuk, menjadi kekuatan dahsyat laksana altileri yang datang menyerang bertubi-tubi dari segala penjuru, lalu pada akhirnya lebih dahulu melumpuhkanku sebelum aku bisa berbuat sesuatu.

Kenapa harus mengalahkan perasaan sendiri? Bukankah energi yang dibutuhkan untuk itu tidak lebih kecil dibandingkan dengan energi untuk mengungkap misteri itu?

Baca selengkapnya »

Tags: , , , , , , , ,

Bungaku Roboh

Sunday, 7 March 2010 | 32 views

Hari ini rencana mengunjungi pameran komputer gagal. Pandanganku tertambat di antara kaca nako pada saat bercermin, bungaku telah roboh. Kapan? Aku tidak tahu. Tetapi, daun-daunnya masih hijau. Tidak ada tanda-tanda layu. Mungkin robohnya kemarin, beberapa hari sebelumnya, atau beberapa minggu yang lalu. Seluruh rasaku hilang. Apa yang aku rencanakan hari ini dengan mudah terlupakan. Baca selengkapnya »

Alamlah Sebenarnya yang Jahat!

Sunday, 28 February 2010 | 62 views

Presiden itu baik. Orangnya ramah, tampan, dan berwibawa. Wakil Presiden juga baik. Sepanjang pengetahuan kami yang orang-orang kampung ini, para menteri juga baik. Para pejabat dan pegawai negri juga baik. Kami tahu orang-orang pasti akan berlomba untuk menjadi pejabat dan pegawai negri, karena pasti baik. Tidak mungkin orang berlomba untuk tidak baik. Mereka semua baik, dan juga benar.

Tidak mungkin rakyat memilih seseorang menjadi presiden kalau dia bukan orang baik. Kami tidak bisa membayangkan misalnya ada seorang preman pasar, badannya penuh tato, ada anting-anting di telinga atau hidungnya, gemar menegak minuman keras, lalu dipilih oleh rakyat jadi presiden atau wakil presiden, anggota dewan, atau dipilih menjadi pegawai negri. Itu rasanya tidak mungkin. Pada prinsipnya, pastilah mereka yang terpilih itu baik.

Kami pikir tidak cukup bijak untuk menuduh mereka, atau salah satu di antara mereka, hal yang bukan-bukan. Apa yang sedang menimpa kami tidak ada sangkut pautnya dengan kebijakan atau tindakan mereka yang tentu terhormat itu. Siapa bilang menteri kehutanan yang harus bertanggung jawab. Tidak penah menteri kehutanan, atau menteri lain, atau anggota dewan, atau pejabat, atau pegawai utusan datang ke sini untuk menyuruh membuat longsor, atau banjir, atau lumpur. Tidak. Itu pasti tidak benar. Kalau ada, itu gosip belaka.

Alamlah sebenarnya yang jahat. Alamlah yang busuk, tidak punya rasa perikemanusiaan. Alamlah yang kejam. Alamlah yang membuat kami terkejut, lalu menjerit, lalu menangis, lalu ia menebarkan bau busuk bangkai ke mana-mana, dan akhirnya membuat kami menderita. Alamlah yang sama sekali tidak punya belas kasihan. Alamlah yang tidak punya empati, tidak punya hati nurani, semaunya, berlaku kejam tanpa ampun. Sewenang-wenang.

Alamlah yang tidak pernah mau tahu siapa saja yang akan menjadi korbannya, tidak pernah bisa berhitung berapa rumah yang perlu ia luluh lantakkan, seberapa pedih jerit tangis yang akan ia dengarkan, berapa jumlah anak yang menjadi yatim dan piatu, istri kehilangan suami, dan kehilangan saudara. Tidak. Ia tidak butuh semua itu. Perangai alam memang bengis. Tidak ada baginya teori berhitung kerugian, tidak ada rumusan penderitaan, bahkan definisinya, bahkan maknanya, apalagi rasanya.

Baca selengkapnya »

Tags: , , , ,

Tujuh Kaidah Kebahagiaan

Friday, 19 February 2010 | 72 views

The seven rules of happiness. Anda ingin selalu bahagia? Ikutilah tujuh kaidah ini dengan baik dan praktikkan dalam kehidupanmu sehari-hari:

  1. Jangan pernah membenci siapapun meski ia berbuat salah terhadapmu.
  2. Jangan cemas dan khawatir terhadap apa pun.
  3. Hiduplah sederhana setinggi apa pun kedudukanmu dan kehormatanmu.
  4. Selalu harapkan baik meskipun sedang banyak bencana.
  5. Memberilah lebih banyak sekalipun kamu sendiri tidak mendapatkan.
  6. Teruslah tersenyum sekalipun hatimu meneteskan darah.
  7. Jangan putus doamu untuk teman, sanak saudara, handai taulan, dan masyarakat luas tanpa mereka harus mengetahuinya.

Tags:

Pemuja Gus Dur dan Pembantu Setan

Sunday, 3 January 2010 | 775 views

Teman saya, Haris Fadilah (facebook), menjadi saksi apa yang saya kemukakan kemarin kepadanya bahwa pasti akan ada tulisan yang memojokkan Gus Dur. Hal itu karena kita tahu selama ini, selain para pendukung dan orang-orang yang memang sepaham dengan Gus Dur, juga ada orang-orang yang terus terang membencinya, bahkan sampai pada tingkat kebencian yang sulit dipahami oleh akal yang masih waras. Uniknya, semua membawa Islam sebagai justifikasi kebenciannya, padahal kita bisa mengukur dari tulisan yang tampak konprehensif itu pengetahuan keislamannya hanya sebatas tenggorokan.

Baca selengkapnya »

Tags: , , , , ,

Gus Dur yang Buta di Mata Mereka yang Bisa Melihat

Saturday, 2 January 2010 | 381 views

“Gus, sudah pergi jauh engkau sekarang; dalam damai, rahmat, dan ampunan Tuhan.” Karena begitu, aku pun baru berani bercerita. Seandainya kusampaikan saat kau masih hidup, tentu sama sekali tidak akan berarti apa-apa bagimu. Sudah kukenal benar apa yang akan menjadi jawabanmu: “Ah, begitu aja kok repot!” Jujur saja, aku termasuk di antara orang yang hanya bisa mengenalmu dari jauh. Itu pun setelah menempuh jarak dan waktu dalam proses demi proses yang sama sekali tidak kuduga. Sebelum itu aku malah sama sekali tidak tahu siapa dirimu, bahkan tidak peduli apakah penting bagiku untuk tahu.

Baca selengkapnya »

Tags: , , , ,


Personal Blogs

cool hit counter

Free PageRank Checker